Guru .. Riwayatmu Kini…

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sabagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

Masih pada inget gak sama lagu diatas? Kalau dulu lagi upacara bendera atau pesta perpisahan sekolah pasti deh dinyanyiin. Dulu sih ya pas nyanyiin ini, cuma buat nyanyi aja, gak pake hati. Ah, nyanyian kosong tanpa makna…

Atau, kira kira masih pada inget gak siapa wali kelas kalian pas SD, SMP, SMA? Boro boro deh guru guru TK kalian, guru SD aja pasti udah banyak yang dilupakan. Sudah lupa tuh siapa mereka, sudah lupa tuh siapa ya guru kesenian atau guru ppkn atau guru PLKJ alias mata pelajaran yang sebenernya agak agak kurang penting

Seberapa sering sih kita appreciate mereka? Gue pun dulu ya just respect aja, but never realize how big their contribution to our learning journey.

Tapi, sesudah gue menjalani “training” menjadi guru, gue ngerasain banget pengorbanan mereka. Memang, cuma guru TK aja, tapi… orang kalau liat guru TK itu cuma pekerjaan kecil, pekerjaan gak penting. Tapi justru dari dasar atau dari usia dinilah kita membangun fondasi sikap dan sifat mereka. Sudah menjadi tanggung jawab guru TK bukan untuk mengajarkan mereka hal hal yang sulit, tapi justru mengajarkan hal-hal yang terlihat biasa biasa saja untuk jaman sekarang. Bukan karena kita lupa, tapi tanpa kita sadari, apa yang diajarkan oleh mereka itu sudah menjadi satu paket alias part and parcel of life.

Contohnya aja ya, saying Please, Thank You, Sorry and Greetings…. siapa sih yang tiap pagi gak diajarkan untuk menyapa guru atau teman teman disekolah “Selamat Pagi Ibu Guru….”? Dan sekarang..setiap kali kita ketemu temen atau kolega, mungkin aja kita say “Morning…”

Contohnya lagi, pengajaran tentang keteraturan, baris berbaris dan kebersihan seperti mencuci tangan.Itu tugas guru guru TK untuk ngajarin 6 steps cara mencuci tangan yang baik dan benar (well, gue lupa diindo apa sama apa beda ya?)

Begitu banyak moral responsibility yang harus diemban oleh seorang guru… untuk mengajarkan yang terbaik bagi anak didik mereka.

Mengapa blog gue hari ini bisa menceritakan tentang mereka? Well, gue udah pernah nulis artikel tentang perjuangan gue menjadi seorang guru TK disini https://margarethavenny.wordpress.com/2011/04/18/gue-apes-gue-kurang-beruntung-atau-apa-ini/

Gue pengen banget ceritain betapa mereka sebenernya suffer in silent. Sesudah gue keluar akhir January, rupanya guru TK B 1 orang, guru playgroup 1 orang dan kepala sekolahnya sendiri mengundurkan diri. Jadi nyaris dari semua guru yang gue kenal, everybody left that school. Semuanya gak tahan dengan keadaan itu (remember, pernah ada kasus guru yang pingsan)

Dan gue masih inget, one day sesudah gue ngundurin diri, kepala sekolahnya ngobrol ama gue. Kebetulan gue ngundurin dirinya langsung ke yayasan pusat karena gue adalah orang yang didatengin dari pusat. Dia ngajak ngomong “So, I heard that you are leaving is it?” dan gue jawab “iya…”

Berikut percakapan gue

kepala sekolah (KS): Are you sure? Have you made your decision already?
Gue (G) : Yes
KS : Baguslah kalau kamu tahu sekarang. Awalnya saya tidak mau berbicara apa apa, tapi it’s good to go before
it’s to late
G : *Bengong*
KS : Ya, itu bagus buat kamu, saya ingin kamu melihat, see and observe apakah semua ini worth it untuk kamu
perjuangkan. Dengan keadaan seperti ini disekolah ini, apa kamu masih mau terus disini? Oh ya apa kamu sudah
tanda tangan kontrak?
G : Belum karena saya lihat juga, untung belum tanda tangan, kalau enggak,…. nasib saya udah seperti apa?
KS : Bagus, berarti kamu cepet tanggap. Untung kamu belum terikat kontrak. Kalau saya bilang, kamu masih
beruntung karena kamu masih bisa menyuarakan opini kamu, karena kamu dianggap asset untuk yayasan. Sedangkan
guru guru itu, mereka cuma bisa menderita, suffer in silent.
G : Ya, sewaktu orang HR nya nanya kenapa saya memutuskan untuk keluar, dia berusaha dengan manisnya membujuk
saya. Tapi saya tetep ga mau karena mereka skrg boleh bermanis manis, tp giliran saya sudah terikat kontrak,
tiada ampun buat saya. I will be ignored forever
KS : Bagus kalau kamu bisa mikir seperti itu. Saya rasa, kalau kamu ada dananya, kamu bisa ambil sekolah keguruan
sendiri. Tidak perlu dibayarin sekolah ini sehingga kamu tidak terikat kontrak. Lagipula, sekolah
ini adalah sekolah yang mendapat perhatian terburuk dari yayasan.

Demikian beberapa percakapan gue sama kepala sekolah itu. Asli, gue ga nyangka kalau si kepala sekolah ini justru mendukung tindakan gue. Baik banget deh dia, bener bener seorang pengajar yang baik, amat sangat rugi yayasan itu kehilangan seorang kepala sekolah sebaik itu. Mungkin karena ini yayasan pemerintah, makanya mereka kurang bisa menghargai karyawannya sendiri, mereka yang gak pernah berada dilapangan, tapi sok sokan menulis kurikulum harus begini harus begitu, no wonder banyak anak anak dan guru guru stress disekolah. Gimana bisa gak stress? Semua yang tukang ngatur ngatur itu kan udah lama gak pernah ada disekolah, udah lost touch, udah gak tahu lagi perkembangan saat ini dan cuma seenaknya aja nyuruh ini dan itu tanpa memperhatikan tingkat feasibility nya untuk di implement. Giliran di kritik, mereka cuma bisa bilang “pasti bisa, recent study has shown that bla bla bla…”

Terlalu banyak theory… tapi prakteknya nihil…

Gue gak tahu sih gimana keadaan guru guru di Indonesia, apakah mereka juga suffer in silent? We are not talking about guru guru disekolah sekolah mewah atau sekolah internasional. Gue pengen banget pemerintah mulai memperhatikan guru guru dipedalaman… yang gaji bulanan aja belon tentu dibayar tepat waktu. Makannya juga Senen Kemis… berjuang melawan cuaca dan kondisi daerah yang buruk

Katanya mereka adalah guru guru yang mengajar dan mendidik calon pemimpin bangsa, gimana mereka mau mendidik dengan baik kalau kantong aja kembang kempis, terpaksa mencari pekerjaan tambahan (pernah baca artikel guru yang pekerjaan sambilannya ngumpulin barang bekas dkk), gimana mereka mau konsen mengajar kalau keuangan kembang kempis, buat makan sehari hari aja susah belum lagi biaya pendidikan anak anak mereka sendiri. Mendidik anak orang lain supaya bisa sekolah setinggi mungkin, tapi anak sendiri aja kebingungan nyari utangan biar bisa lanjut ketingkat pendidikan yang lebih lanjut.

Mengapa guru disebut juga pahlawan tanpa tanda jasa? Itu sungguh sungguh mengabaikan arti dari pengorbanan seorang guru. Apakah sebutan ini diberikan pemerintah supaya mereka bisa lepas tangan dengan kesejahteraan mereka? Justru tanda jasa yang mereka butuhkan bukanlah medali (medali ga bisa kasih mereka makan) tapi duit duit dan duit. Duit buat makan, duit buat mencukupi anak anak…bukan duit yang berlimpah, tapi yang “cukup” supaya mereka bisa FOKUS dalam mengajar bukannya sibuk cari sampingan kanan kiri

kalau diluar negeri, disingapur gak ada tuh sebutan pahlawan tanpa tanda jasa buat guru guru. Karena mereka bener bener dihargai dan diberi tunjangan yang memadai. Bonusnya pun gak kalah gede sama pekerja kantoran. Jadi mereka bener bener total disekolahan, ya kecuali beberapa yang masih sempet kasih tuition

Jarang banget gue liat orang orang pinter lulusan luar negri, mau kembali ke Indonesia untuk menjadi pengajar (don’t talk about lecturer atau dosen ya)…. mana ada gitu yang mau ditempatin di Papua? Kecuali satu orang temen gue yang lulusan NTU, tapi dia mau balik indo and sekarang jadi tenaga pengajar disalah satu SMUN terkenal di Jakarta…almamaternya

Well… dari kita sendiri, mungkin kita bisa mulai menghargai profesi mereka dengan cara yang sederhana. Kalau kalian punya anak, tolong bilangin mereka jangan nyusahin guru disekolah, PR tolong dikerjain juga…. plus jangan bawel dan suka cari gara gara sama guru guru itu

Gue baru satu bulan di TK, tapi udah ada 2 orang tua murid yang komplain gak jelas ama kepala sekolah. Pertama, dia ga terima disuruh ngajarin anaknya ABC dirumah…dan yang kedua, dia complain karena udah mau 3 minggu tapi kok cuma belajar ABC, Hari hari dan Birthday Month disekolah. Ya jelas, karena satu kelas isi 15 anak, gak semuanya secepat anaknya dalam belajar. nyaris setengah lebih boro boro tahu huruf A yang mana, huruf B yang mana

Jadi mohon dimengertilah, dan jangan langsung nge-judge. Dikit dikit ngambek kalau buku informasi nya ga dibuka guru (gimana gue bisa buka? 4 jam fokus ngajar dan ga ada waktu kosong buat ngeliat buku itu). Sabar dikitlah

Ya sekian blog ini, harusnya sih gue nulis ini pas Teacher’s day ya biar ada moment nya hehehe…

Published in: on June 8, 2011 at 10:59 pm  Comments (1)  

Ignorance is not a bliss for some reason

There was a very famous quote by a famous person, she was a Princess…then a Queen. She was beheaded, and her ignorance was the last straw for French Revolution

Here’s the famous quote

” Go eat cake if you don’t have bread “

Yes, these words were very “well” said by Marie Antoinette, wife of King Louis XVI. Though some people said that she actually never said these words and it was meant to demonize her, we could learn something from it.

Ignorance is not a bliss, the reason I could say so is, if you are not aware on what’s happening out there, how are you going to “protect” and do something for the world?

Take example from Marie Antoinette, she had ignored her people’s plead, ignored the condition where those poor people lived and the worst was she never did her homework as a Queen. How on earth she did not know that bread and cake are coming from a common source e.g. flour

How many people like her in these world nowadays? How many “Marie” who never listen and ignore her people needs?

Especially if you are a civil servant, your job, your daily duty is to protect your people… that’s the reason why you are being called a CIVIL servant

But look what has happened now? They keep on digging those resources meant to feed the people, educate the people.. They use it to grow their wealth and get those poor people getting poorer day by day. Poor in terms of money, education, health and safety. Those poor people don’t even receive any right stated in the law.

These condition and treatment violate the basic human rights to live. In order to live these poor people need to have food on hands. In order to have food they need to have money. In order to have money they need to have a job. In order to have a job there must be some job openings out there that suit everyone needs.

The problem that we are facing now is ignorance never bring any bliss… at least for the poor. Those upper level people are so busy for themselves and forgetting to create jobs to feed the hunger.

For example, after the earthquake and volcanic eruption at Jogjakarta, Padang, and Mentawai.. what has been done till now? You can’t keep on sending donation to them (not that I condemn or whatsoever) but you need to let them be independent as early as possible. Immediately pay them back the money from those live stock that were dead because the owner can’t salvage them. With those money they can build back their village and try to return to normal live one more time. And for those stubborn one who are going to come back and stay in zone 1 which is nearer to Mt Merapi, give them stern warning.

Of course you can’t solve a problem by restricting their movement, but in the same time you have to give them SOLUTION. Yes, solution to solve their hunger, problem and etc

And definitely these “marie” won’t be able to solve this problem if they keep on standing by their side and believe that Ignorance is a bliss

Ignorance is not a bliss, Ignorance makes you avoiding the real issue, Ignorance brings you further away from the solution…

It’s not only happened in this matter, but it could also happen in your other aspects of life such as relationship with friends and family, environment, education, health and many more

I will talk about it next time if time permits

Published in: on June 4, 2011 at 3:48 am  Leave a Comment  

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..
~ Sapardi Djoko Damono ~

Sebuah puisi sederhana dari seorang yang sederhana… tapi maknanya mendalam…

Bahwa sebuah cinta itu bukanlah hal yang harus dibuat sulit.. gue bikinin puisinya aja deh

Cinta ya begitulah
Cinta ya dari tiada menjadi ada
Cinta ya apa adanya
Cinta ya tidak mengada ada

Seperti apa sih perasaan sebuah kayu yang udah keburu jadi abu sebelum sempat mengatakan cinta kepada sang api?
Seperti apa sih perasaan searak awan yang keburu menjadi tetesan air sebelum sempat mengatakan cinta kepada sang air itu sendiri?

Ya perasaan yang sederhana…. jangan membuat sebuah kata cinta itu menjadi hal yang sulit…

Apa perlu gengsi-gengsian kalau memang cinta?
Apa perlu mempertahankan ego kalau memang cinta?
Apa perlu membuat keadaan tambah sulit dengan jual mahal?

Intinya.. kalau cinta ya cinta aja.. kalau suka ya suka aja.. kalau sayang ya sayang aja.. gak perlu tes tes an.. gue mau ngetes dia, gue mau coba cek reaksi dia…ga usah dibuat ribet

Buatlah sebuah perasaan cinta itu sederhana… masih banyak hal hal lain yang perlu dibicarakan, don’t waste time just to talk about love.. toh hidup bukan cuma makan cinta doank.

loe cinta gue cinta… fine.. then move on.. we need to talk about Feeling, Future and Compromise…

Term and Condition apply… so many people think that LOVE = LUST, LOVE = PHYSICAL ATTRACTION which is not right…yes, it maybe some parts of expressing the feeling of love….

Yeah, some people will definitely have different opinions about love.. tapi jangan buat itu menjadi alasan untuk tidak berkata jujur dan berterus terang

Published in: on June 4, 2011 at 1:37 am  Leave a Comment  

A moment to remember

Yeah… finally I have a free time to blog 🙂

Sekitar 2 hari yang lalu, bos gue dikantor yang gue panggil Uncle bersih bersih warehouse nya dia. Nah, pas bersih bersih itu dia nemu dua boneka beruang kecil terus dikasihin ke gue sama temen kantor gue. Nah, pas dia sodorin boneka itu, tiba tiba gue bisa aja keinget sama satu kejadian yang bikin gue senyum sendiri sakit lucu nya.

kejadiannya kayaknya sekitar tahun 2004 gitu, pas gue balik indo for school vacation. Kebetulan nyokap gue ada reunian bareng temen temen SMAnya di Taman Anggrek. Saat itu gue diajakin, and mereka kumpulnya di food court lantai 4. Kebetulan salah satu dari temen nyokap bawa anaknya yang masih kecil, sekitar umur 7 tahun cowo. Karena gue pengen nyokap gue bisa asyik ngobrol sama temen temennya, gue ajak aja anak itu buat pergi maen di Timezone berdua.

Pas kita main ditimezone, ya as usual, nemenin si anak kecil ini maen yang dia suka. Nah saat itu di timezone ada 2 mesin yang guedeee banget yang isinya boneka boneka ukuran larga. Yang model model capit capitan itu tuh, tapi capitan raksasa buat nyapit boneka gede. Harga per coin nya gue masih inget 7500 rupiah and we need 2 coins buat sekali main.

Saat itu, di mesin itu banyak orang ngumpul and ngerubungin. Rupanya ada sekitar 3-4 cowo ABG (ya seumuran gue lah) yang lagi “ngabisin” duitnya buat nyobain dapet tuh boneka. Kayaknya mereka udah abis ratusan ribu and ditangan mereka udah ada satu boneka beruang. Tapi ga tahu kenapa mereka tetep maen sampe coin nya abis (saat itu masih model coin, belon kartu)….

Nah, karena bonekanya bagus, gue jadi ngiler juga sih hahaha… terus gue bilang sama mereka “nih, pake koin gue donk, maenin.. ntar kalau dapet bonekanya buat gue ya”. Nah salah satu dari mereka meng”oke”kan request gue. Well, sesudah ngeliat mereka at least dapet satu boneka, ga ada salahnya to “give it a try”. Gue kasih mereka sekitar 4 atau 6 koin kalau ga salah. Buat 3 kali coba

Nah… ternyata memang Dewi Fortuna belon berpihak kepada mereka lagi, akhirnya koin gue ludes, gue juga ga dapet boneka 😦

Terus gue bilang sama si anak kecilnya “Yah… ga dapet deh” sambil pasang muka kecewa…

Salah satu dari mereka say “sorry ya ga dapet bonekanya” gue bilang “ga papa” walaupun dalam hati pengen hahaha

Nah, abis itu gue kan nemenin si anak kecil ini maen maenan yang laen… ga tahu kenapa tiba tiba gue ngeliat ke empat cowo itu lagi berdiskusi. Ternyata… jreng jreng!! salah satu dari mereka datengin gue and kasih boneka yang mereka dapet pertama kali..

Wah!! gue kaget donk, kan kalau mereka sampe segitu berusahanya buat dapetin tuh boneka, berarti mereka mau kasih siapa gitu..kok malah dikasih ke gue?

Terus dengan muka masih kaget gue tanya “ha? eh jangan…. kan tadi loe udah abis coin banyak buat dapetin ini”… si cowo ini bilang “ah, gak papa, tadi kita cuma iseng iseng aja kok. udah ambil aja buat kamu bonekanya”

Cowo ini kasih bonekanya dihadapan orang orang yang tadi kayaknya ngerumunin mereka maen di mesin capit itu, and beberapa pada senyum senyum ngeliatin ada cowo kasih boneka gitu gede LOL

Wow, iseng iseng abis ratusan ribu and bonekanya dikasih ke gue begitu aja? apa ga ada udang dibalik batu nih?? Gue udah parno sebenernya dalam hati, jangan jangan mau ngajak kenalan. And gue sebenernya males kenalan sama orang ga dikenal (ya iyalah, masa kenalan sama orang yang udah kenal) kecuali dia dikenalin temen atau apalah gitu

Terus somehow dia ga ngajak kenalan, abis kasih boneka… dia ngeloyor pergi gitu aja ama temen temennya ninggalin timezone. dalam hati gue mikir.. Aman!! hahaha… sambil peluk peluk tuh boneka putih

Nah, abis kelar maen di timezone, gue ngajak sianak kecil ini udahan buat join emak emak kita diatas. Somehow pas gue keluar dari timezone, exactly depannya resto chicken all you can eat itu gue ngeliat si gerombolan cowo cowo itu balik lagi ke arah timezone

Alert!!! gue langsung panik, duh jangan jangan balik lagi sekarang beneran ngajak kenalan 😦 cemas abiezzz…..

Eh bener, pas gue menghindar jalan lewat depan disc tara, mereka mendekat ke arah gue! gawat!!! cilaka!! mampus!! gimana donk??!

Nah berikut percakapan gue ama cowo yang kayak jadi juru bicaranya

A: Halo, gimana? suka ga sama bonekanya?
Gue: Eh iya suka, kenapa? mau diminta balik?
A: ya enggak donk, udah dikasih masa diminta balik?
Gue: *nyengir* hehehe
A: Boleh kenalan ga? temen gue pengen kenalan sama loe
Gue: Eh iya boleh *ah, yang mau kenalan loe kok pake acara bilang temen yang mau kenalan?*
A: Nama gue A#@#
Gue: Venny
A: Bisa minta nomor hp nya ga? buat kenalan lagi gitu
Gue: 08161102031 *silahkan dicatet, that’s my fav’ number but my mom forgot to top up the card and angus!!*

Nah abis itu, ga lama, sore harinya si A (emang namanya started with A sih) ini nelpon gue di hp… nanya nanya friendster gue (well, at that time kayaknya friendster terkenal abiezzz). Ya gue kasih tahu aja fs gue apaan…

Abis itu somehow dia telpon gue balik dengan nada cemburu and saying “Oh, ternyata udah punya monyet toh….” Dalam hati gue ngomong “idih, nyolot amat ngomongnya? kayak serasa dia yang punya dunia yang laen ngontrak..”

Berikut percakapannya yang masih samar samar gue inget

A: Oh ternyata udah punya monyet toh *nada cemburu*
G: Loh, emang kenapa? Gue kan ga bilang gue gak punya
A: Selamat ya… kapan kawin?
G: Idih.. apaan sih loe? nyolot banget jadi orang… gue matiin ya *sambil gue matiin hp gue*

Ga lama dia sms gue, saying sorry udah nyolot tadi… ya gue jawab balik “ok, ga papa” abis itu yah gue sih memang pada dasarnya pemaaf (hoekkss…muntah alert)… memaafkan dia and kita ngobrol ngobrol biasa aja

Sampai ga lama dia dipindah tugaskan dari jakarta ke lampung/palembang gitu… and abis itu kita udah ga pernah contact lagi

To think that…. suatu komunikasi bisa terjalin dari suatu kejadian “reflek”… memang manusia itu makhluk sosial indeed hahaha

Suatu pertemuan unik, hanya karena sebuah mainan capitan, sebuah keinginan untuk mendapatkan sesuatu, keinginan untuk mendapatkan sesuatu karena telah memberikan sesuatu, kekesalan karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan, dan kemudian melupakan karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan

Everything come and go for sure…it just depends on the time…it could be fast or it could be slow… ada pertemuan ada perpisahan…

Buat gue, ini salah satu moment yang lucu, baru kali itu sih so far ada kejadian kayak gini, besok besoknya gue pengen coba, cuma I don’t have a gut to saying it the same way like what I did before. Mungkin itu cuma a one time occasion, a moment to remember yang sampai hari ini bisa bikin gue tersenyum ceria menghadapi dunia dengan mengingat those silly, laughable and funny moment 🙂

C’est la vie… la vie en rose hehehe

Happy reading everyone… I’m gonna continue with other stories for sure 🙂

PS: In case anyone wondering how the teddy bear looks like.. kira kira kayak gini nih hehehe

Teddy bear

Published in: on June 4, 2011 at 12:07 am  Leave a Comment  

Defensive, Helpful turn-out Forgetful, Offensive and Responsive Customer Service

I am not sure what has happened to me… one thing that I know for sure is that I have been dealing with 4 customer service staffs within 3 days…

1. On Wednesday 20th, I called this customer service hotline for my PUB services from SP Service. The reason is… I got my PUB bills on Monday, dated 18th April 2011 and I need to pay for the bill on the 21st as its payment due date. I was making a ‘complain’ to the cust. officer telling her, why my bills just arrived 3 days before the payment due date. I was asking for the reason for this delay and hopefully it no longer happen again in the future. How, if my bill will reach my house after 21th for next month? Who’ll gonna pay for the fine?
But, it turned out I was dealing with a very defensive cust. service officer… here’s most of my conversation

Me: Hi, my name is Venny and my PUB number is bla bla bla. I would like to inform you that I just received my bill on the 18th of April, while I need to pay my bill on the 21st. Do you expect me to pay my bill within 3 days? How if I didn’t open my letter box or was overseas and just open my letter box exactly after 21st?

Customer Service Officer (CSO): I am sorry, but we cannot extend your bill, you still need to pay for the bill on the 21st

Me: I am not asking you to extend my payment due date. I just wondering why the bill come so late?

CSO: We normally generate the letter by 7th of the month and by 10th it should reach the house

Me: yeah, but can you explain why the bill is coming late this time?

CSO: by default it should at least reach every houses by 13th at the latest (in a defensive tone)

Me: That’s why, now I’m giving you a feedback… pls, next time, can you not send this bill too late like this? Because for several months, these bills never reach us by 13th. It even reaches us around 15th of the month

CSO: Then, you should call us once the bill doesn’t reach you by 13th of the month.

Me: How do I know if your letter is supposed to reach us by 13th? It is never stated in the letter itself

CSO: Ok, can you monitor for the next two months? If it is still coming late, you can contact us and we will contact the singapore post.

Me: Ok… how should I address you? so I can contact you within another 2 months if necessary

CSO: Err… just call this number will do…

I am not sure, how could a CSO isn’t willing to let me know her name? Isn’t it a SOP that s(he) has to tell the caller who are they? and why should the be so defensive when I just want to give them feedback not to send me a very late bills like this? Was she so bored with her job and doesn’t need it anymore?

The worst thing was her last question to me

CSO: May I know, how do you related to Madam Margaretha Venny Susanto?
Me: It’s me…

I did tell her my name in the beginning… did I sound like a daughter of Madam Venny? :S

2. On Sunday 17th, I bought two air tickets using my dad’s credit card for them to fly from Singapore to Jakarta by “Udara Asia” (pls ask your Indonesian friend the English translation for this as I don’t want to name name). In the same time I bought another ticket for them from Jakarta to Singapore using another airline “Bintang Jet” (since the return tickets using this airline was sold out). While doing this transaction, it system kept on having an error and showing error message though I have made my payment. It was showing that my Dad’s credit card was rejected. Since I thought the bank has rejected the cc, I asked my dad to check with the bank in case they have declined the transaction. However, my Dad told me that the bank didn’t decline his cc and it could be from the airline itself.

Thus, I made a call to the CSO of Bintang Jet and was served by a CSO called Jxxxx. He told me that there was a system error that cause this issue and told me that my itinerary will be send to my email within 24 hour. I said thank you and asked for my booking reference as the system was error and I didn’t get mine after the purchase. He gave me the booking reference for my future reference

A day had passed. I checked my booking and still saw the same error message when I keyed in my booking reference and email address. I thought…”ok, I’ll wait for another day, maybe the system is still having a problem”. Two days after that which is on wednesday 20th April 2011, I checked back my booking and it still showed the same error message. Thus, I made a call to the CSO of Bintang Jet and need to wait for 30 minutes for my call to be answered. I informed him what has happened to my booking and he told me that my credit card was declined. I told him that I know it and have informed your CSO exactly after the problem occurred. However, he told me there was no record about any call to report about this issue (so, who was the CSO I talked to on Sunday? Is he a GHOST??!!!). He then helped me to make a booking again, however, the latest price was no longer tally with the previous one when I made the purchase. It was much more expensive and the seats with the price I bought on Sunday were sold out.
So, I confront him, I told him that it wasn’t my mistake and it was the CSO itself that had promised me they will settle this system issue and send me my itinerary within 24 hrs. Why I need to pay more while it was them that cannot deliver this promise. Once again, the CSO said that there was no record about this promise and asking me why I didn’t call within the next 24 hrs? I told him that I was giving them time to solve the issue.
The shocking things was come after this… the CSO told me “As a person who made the booking, you should responsible and monitor your booking”
Oh my gosh… I was so shocked with this answer then I told him ” So, you blame me for this issue to happen? Actually I am expecting a good service from an airline like yours, that’s why I choose this airline. I didn’t expect this type of service from this airline”
Thereafter some argument on the phone over this matter, I was so upset and hanged up the phone right after the “keep on blaming me” excuses from the CSO.

If he could only help me by making another purchase with higher price, I could do it by myself. Right after I hanged up the phone, I went to browse through Bintang Jet’s website, it turned out that the seats that I booked for my parents were still available, but of course with higher price. Within 3 days, it has increased by more than USD $40 for the same seats. Yeah… Bintang Jet’s fault become customer’s loss

It’s quite weird that there was no record about my feedback about the system error on Sunday… and when I asked them to check on the recording, he said there is no recording and record.

I am their customer, and wherever you go, a customer is supposed to be a king, isn’t it? Or is it only valid for walk-in customers? not for a hotline Customer Service Officer (from a budget airline some more). Does it mean that if it is a budget airline, you are given a “budget” service as well?

3. I was waiting for my package sent to my address by “FX” shipping company. Since my vendor sent two package to Jakarta and Singapore, I asked my Mom whether she has received any package. My mom told me that the package has reached my Jakarta address on Friday 8th April. However, it hasn’t reached my address in Singapore ’till Wednesday 13th April 2011 I received a letter saying that the courier has come and nobody at home (in fact, I was at home on that date, and nobody rang my door bell).

The letter stated that, I need to sign on the “X” box if I want the package to be left in front of my door when they come for the second time. So, I signed the letter and hanged it on my door knob. Few days had passed and nobody took the letter

Until Monday, 18th April, I saw that the letter was no longer on my door knob. I thought the courier had come and taken it for their reference as there was no package in front of my door.

Two days has passed… I kept on waiting for my package to be delivered to my house. Thus, I didn’t go out from my house… waiting for the package

I was quite scared that it has gone missing. Thus, on Thursday 21th April I made a call to their CSO and was told that the package has been delivered to my doorstep on Monday 18th April 2011 based on their tracking system. I told him that, yes someone has come to take the letter, but there was nobody delivered the package as I was at home the whole day. The CSO told me to wait for a while since he needs to check with the delivery department.

Within 2 hours, someone called me from FX and here’s the conversation

CSO : Hi, Can I speak to Ms Venny?
Me : Yes, speaking
CSO : Regarding your inquiry about your package, our courier has delivered your package on Monday 18th April 2011
Me : Yes, I know it from the previous CSO, but I didn’t get my package. I only saw that the letter I signed to leave my package on my door has gone
CSO : It was stated in my tracking system that the courier has latched your package at your gas meter
Me : I don’t have any gas meter outside my door, in fact there is a shoes cupboard in front of my door and the package is quite big to be put inside the shoe cupboard….how he could… (paused, with a gasped….) Can you hold on a second, I need to check my front door
CSO : Ok Mam….
Me : ( After shifting my shoes cupboard and open my gas meter box) Oh my…. ok, I have seen my package (laughing…). I can’t explain it through the phone, can I send you an email with a photo attached to it on how your courier place my package?
CSO : Sure mam, here’s my email address… XXXXXX@XXXXX
Me : Ok.. thank you

There after that, through my disbelieve….. I can’t imagine someone deliver and keep my package like that. For description purpose, here is the photo of my front door’s condition

And… ta daaaa… after shifting my shoes cupboard, open my gas meter box…. here it was!!

I can’t imagine a courier come to my house, shift my cupboard, open my box meter and ‘put’ my package inside without notify me. At least, he could inform me by leaving a piece of paper, slot it below my front door, saying where is my package hahahahhaa

Was he so concerned about the safety of my package? It seems so as what the CSO told me after that hahahaha
Is it a standard procedure to keep the package inside the box meter? It doesn’t seem so as what the CSO told me after that hahahhaa

So…guys, next time, if you cannot find your package delivered by a courier from “FX”, please check your gas meter box, water meter box or any other cupboard outside your front door hahaha

But, honestly, I appreciate the fast response given by the “FX” CSO as compared to the other 3 CSOs from other company as mentioned on my point (1) and (2). One was defensive, one was thought to be helpful but turned out to be a forgetful CSO, and the other one was a very offensive CSO.

“FX” CSO is very responsive and reacting fast to solve my “undelivered” package. I think they believe that a TRUSTY and a RELIABLE company is important for their image…

Anyway.. funny experience… my life is exciting yeah LOL

Published in: on April 22, 2011 at 10:10 pm  Comments (1)  
Tags:

Gue apes? Gue kurang beruntung? atau apa ini?

Berhubung saat ini gue ada free time buat cerita agak panjang, saatnya untuk bercerita, kenapa gue memutuskan untuk tidak menjadi guru TK lagi.

Sejak gue keluar dari kantor yang lama bulan May 2010 (yap, it has been a year) gue yang dari awal memang gak demen sama engineering related position berpikir kerjaan apa yang cocok buat gue, kerjaan yang membuat gue tiap pagi bersemangat dateng ke kantor and gue bisa enjoy sama kerjaan itu (yeah yeah, those who’re gonna say “loe gak bisa selalu dapet apa yang loe mau”, I just wanna express what I want ya….give me this little space di blog ini buat nulis apa yang pengen gue tulis, bukan berdasarkan kehendak orang lain)

Bulan september awal, gue liat di email gue ada invite buat dateng ke Jobstreet Fair… so, karena hari sabtunya gue sibuk, gue dateng hari minggu sesudah melayani buat misa. Jam udah menunjukkan pukul 6 sore and rata rata udah mau pada tutup, so gue keliling keliling booth to booth… cari cari mana yang caught my eyes, terus tanya tanya and masukin cv. Tetep aja, walaupun gue ga suka, gue harus nyadar kalau gue tuh lulusan teknik mesin, bukan lulusan akuntansi, ya jelas gue ga bisa ambil kerjaan jadi accountant. So, ya gue tetep datengin beberapa booth engineering field.

Sampai mata gue menangkap satu booth sebuah yayasan (just call it a foundation aja deh), dimana mereka lagi recruit guru guru TK baru. Ya gue datengin, gue tanya-tanya, and mereka justru sekarang lagi nerimain orang orang lulusan S1 buat jadi guru TK to upgrade their standard, and they are willing to pay more (walaupun tetep aja lebih rendah daripada gaji engineer). Ada satu kejadian lucu pas gue lagi nanya nanya itu, ada Auntie Auntie yang duduk di meja yang sama pas gue ngisi form and dia kepo bangetlah, nanya nanya “kok kamu mau kerjaan ini? kerjaan ini kan hanya untuk orang orang kayak saya yang lulusan SMP, loe mendingan cari kerjaan lain aja yang kasih kamu gaji lebih dan suit your background”. Tapi ya tetep, karena gue merasa gue suka sama anak anak, lebih baik gue cari kerjaan yang bikin gue happy ketemu sama anak anak itu.

So, abis gue masukin cv gue, 3 hari kemudian gue di telpon buat interview minggu depannya. Hari itu juga abis interview, gue diterima kerja. Tapi….. gue nunggu sampe bulan december tanggal 3 buat tanda tangan surat perjanjian kerja dan gue baru mulai kerja tanggal 27 December (iya bener, gue kerja pas tanggal orang pada liburan)

Awalnya pas gue masuk tgl 27 itu ada training training untuk kita semua… dan memang menarik sih trainingnya, and gue suka ama trainingnya, plus gue udah bersemangat banget untuk mulai.

Ternyata oh ternyata… gue masuk ke lobang macan!!! Diawalnya dijanjiin, guru guru yang kayak gue yang belon di training (FYI gue disekolahin lagi nanti) itu gak berhak buat ngajar didepan and cuma jadi guru bantu buat jagain anak anaknya. Karena gue sendiri belon ditraining, gue kan jelas jelas gak tahu gimana ngajar mereka atau nyanyi lagu lagu mereka. Karena kayaknya TK disini beda banget ama TK diindo.

Singkat cerita, instead of jadi guru bantu, gue dijadikan guru utama tanpa bantuan siapa siapa, karena cabang yang gue ditugasin itu kekurangan guru alias tidak ada guru. Dipagi hari mereka ada 6 kelas dengan 5 guru, dan disiang hari ada 3 kelas dengan 3 guru. Cilakanya pas gue masuk itu satu gurunya kena cacar (1 bulan kelas dia anak anaknya gak belajar apa apa). Dan gak ada guru yang gantiin dia

Rata rata guru guru itu semuanya part-time, and cuma ada 3 guru termasuk gue yang full time ngajar. Waktu kerja gue dari jam 7.45 am sampai 5.15pm. Jam ngajar dari jam 8am-12noon dan sesi berikutnya jam 1-5 sore. Tanpa istirahat ditengah tengah karena mereka ga ada guru buat jagain anak anak itu.

So yang terjadi adalah
1. Gue berkoar koar 8 jam sehari. Dengan ruangan yang terbuka, gue gak dapet voice projection yang bagus

2. Disebelah TK lagi ada pembangunan lift, dan jam kerja mereka ya siang itu… suara gue harus bisa mengalahkan suara bor-bor ituw karena jendela TK harus dibuka terus supaya ortu bisa nglongok nglongok liat anak anaknya

3. Selama 10 hari kerja, gue cuma makan roti aja karena udah ga ada tenaga buat jalan 8 menit ke hawkercentre terdekat. Selain itu, walaupun jam kerjanya jam 8-12 siang, kadang ada ortu yang gak dateng tepat waktu, and gue mesti nungguin anaknya sampe jam 12.15. Sedangkan jam 12.45 gue harus siap siap lagi buat kelas berikutnya

4. TK gue baru taon gue ini ngejalanin kurikulum baru, jadi semua gurunya pun gak tahu apa apa, cuma follow teaching planned aja. Dan itu pun tidak dilengkapi apapun. Cuma dikasih tahu harus ajar ini ajar itu, tapi bahan bahan materi NOL gede. Contohnya, untuk pelajaran “tata krama” gue harus bacain mereka buku dengan judul “AAAA” tapi TK gue gak punya bukunya…. alhasil mesti puter otak, cari cari buku yang ada dan di hubung hubungin

5. Karena tidak ada materi mengajar, semua guru bikin materinya sendiri sendiri. Kalau guru laen yang part-time bisa ngerjain sore, gue harus ngerjain pulang sekolah…. jadi jam 6 sore ampe kadang jam 12 malem or 1 pagi, gue sibuk melaminating, menggunting, browse internet, dan buat prakarya untuk mereka. Name tag mereka aja mesti kita yang ngerjain…sampe sampe gue beli mesin laminating sendiri. Contoh laennya, ada materi dimana mereka belajar pengenalan tubuh, gue harus cari gambar yang sesuai, gue mesti siapin bahan prakaryanya kayak benang wol nya, tali rafia dkk. Itu hanya untuk 1 mata pelajaran aja, sedangkan sehari gue ada 4 mata pelajaran. Karena mereka gak ada guru malay, gue juga ngajar malay, musik, olah raga, integrated, phoenix seorang diri. Dan selain itu, setiap hari itu materinya beda beda. jadi ya kita siapin materi yang berbeda untuk setiap hari….

6. Pagi hari gue ngajar 15 anak, sore juga 15 anak… tanpa guru bantu, gue gak boleh ninggalin mereka sendirian… dan gak ada guru yang bisa gue mintain tolong buat jagain mereka. So, kalau gue mau pipis atau boker, gue gak bisa!! Gue harus nunggu jam 12 lewat itu buat pipis… otomatis gue nahan pipis and boker seharian, dan disaat yang sama gue harus loncat loncat dan nyanyi nyanyi buat anak anak itu, plus teriak teriak manggilin mereka yang gak nyimak pelajaran (bayangin aja kalau gue lagi bacain cerita, ada satu anak maenin bangku, satu anak tiduran dilantai, satu anak nangis, satu anak ngoceh terus, satu anak liat liat keluar, satu anak maenin kancing baju, satu anak nanya mulu…. dan itu terjadi setiap hari, setiap jam dan setiap sesi)

7. Alhasil, hari ke 3 ngajar, suara gue ilang… gue kena infeksi tenggorokan berat, telinga gue sakit and penging penging (kayak ada bee sound). Tapi gue tetep harus masuk ngajar, tetep harus teriak-teriak, tetep harus nyiapin materi pelajaran sampe tengah malem. Alhasil juga, dalam sebulan gue ijin sakit 4 hari 😦 karena demam infeksi…. plus perut kembung karena nahan poop, badan lemes…

8. Anak anak itu berasal dari berbagai negara, ada yang dari cina, india, singaporean yang gak bisa ngomong inggris. Sedangkan gue didalam kelas harus ngomong inggris, kecuali lagi kelas malay. Alhasil, dari 15 anak, setengahnya gak ngerti perintah perintah yang gue ajarin kemereka… it was a chaos 😦 Udah gitu anak anak TK A itu berasal dari pre-TK yang cuma 2 jam aja. TK A itu 4 jam sehari, alhasil ada yang tidur, ada yang bosen, ada yang gak bisa konsentrasi terlalu lama. And I need to find a way, gimana caranya biar mereka bisa stay awake. Gue belon punya anak, dan belon ditraining, punya anak 1 aja belon…. tiba tiba 30 anak sehari hahahaha

9. Kepala sekolahnya bilang kalau sekolah cabang dia ini adalah sekolah terburuk untuk yayasan itu karena sekolah ini sudah ditelantarkan untuk waktu yang cukup lama. Kekurangan guru, dan pernah ada beberapa hari dari jumlah guru yang cuma 4 guru bahasa inggris 2 guru mandarin itu ada 3 guru plus 1 tukang masak yang gak masuk karena sakit semua… hari yang memampuskan karena gue juga harus menyajikan makanan ke anak anak itu. Satu persatu semua guru, tukang bersih bersih dan tukang masak sakit semua….

10. Kurikulum yang jelek banget, bikin guru guru frustasi semua… bayangin aja, hari ke 5 masuk sekolah, anak anak itu tugas pertamanya aja disuruh nunjuk dan spell nama mereka. Sedangkan dari 15 anak, paling cuma 3 atau 4 orang yang bisa recognize nama mereka. Sisanya…. boro boro tahu ABC….. megang pensil aja ada yang gak bisa. FYI umur mereka 5 tahun dan duduk di bangku TK A

Akhirnya, gue memutuskan gue gak bisa… lingkungannya parah banget… guru guru itu semua bertahan karena mereka udah tanda tangan kontrak abis disekolahin. Jadi mereka gak bisa kabur, dan mau gak mau harus kerja disitu. Berhubung gue belon tanda tangan kontrak, gue memutuskan untuk keluar… and hari terakhir gue tgl 31 January

Satu minggu sesudah gue mengundurkan diri, ternyata kepala sekolahnya juga mengundurkan diri minggu berikutnya… dan satu minggu sebelum gue mengundurkan diri, guru yang udah 8 taun pengalaman juga mengundurkan diri. So, dibulan januari itu ada 2 guru dan 1 kepala sekolah yang keluar….

Waktu gue memutuskan untuk keluar, kepala sekolahnya sangat mendukung keputusan gue, dia bilang gue cukup pintar untuk baca situasi. Dia suruh gue cari disekolahan lain yang lebih bagus, tapi jangan lagi kerja di yayasan ini… ancur deh pokoknya. Gue juga dibilang cukup cermat dalam observasi gue dalam sebulan itu, awalnya dia gak mau bilang apa apa, tapi krn tahu gue udah memutuskan keluar, dia dengan bebas cerita semua kebobrokan yayasan ini.

Yang bikin kasian itu anak anaknya… karena kualitas pembuat kurikulumnya kacau, perhatian sama guru gurunya kurang… otomatis, guru gurunya gak bisa kasih the best buat anak anak itu. Ya bayangin aja, 1 bulan cuma maen maen aja, karena gak ada guru yg ngajar…. berapa banyak ketinggalan mereka? dan betapa kasihannya guru yang sakit itu mesti ngejar ketinggalan?

Belon lagi menghadapi tuntutan orang tua murid yang kadang gak masuk akal, plus ortu yang menyebalkan. Ada yang nuduh gue narik kuping anaknya, plus gak suka pas dia denger gue bilang sama anaknya buat belajar ABC dirumah (kata kepala sekolah gue, untuk sekolah ini, jangan pernah bilang sama ortu murid buat ngajarin anak dirumah. Karena mereka expect kita yang ajarin semuanya sama anaknya disekolah)

Walaupun gue memang cuma ngajar 1 bulan, tapi karena gue bener bener dicemplungin ke kolam dalem sendirian, terserah bisa berenang kek, mau tenggelem kek atau pake gaya batu biar ngambang…. gue jadi bener bener belajar banyak dalam 1 bulan itu… enriching experience buat gue, dan gue sayang banget sama guru gurunya. Mereka orang orang baik penuh dedikasi, tapi bener bener dimanfaatin ama yayasan (next gue akan tulis ttg mereka di blog gue)

Dan memang yang menyakitkan itu adalah orang HRnya yang bilang sama gue “Venny, hari terakhir kamu 31 january, bukan 1 february, jadi selasa, rabu dan kamis kamu gak perlu MUNCUL lagi disekolahan”…. amit amit deh

Lebih amit amit lagi pas kepala sekolah gue abis tender resignation, dia terus dibujuk bujuk untuk gak keluar (sama sih, gue juga dibujuk bujuk, cuma gue gak mau terjebak didalem mulut srigala berbulu domba lagi deh). Terus dia tetep keukeuh gak mau and tetep pengen keluar. Dia bilang tetep mau keluar itu hari senen jam 2 siang, senen malem jam 11 dia di sms kalau besok jam 8 pagi kepala sekolah yang baru bakalan dateng. Oh em..gi….. berarti selama ini mereka walaupun bujuk bujuk, tetep nyari orang buat gantiin kepala sekolah gue itu.. ckckckck.. what a cunning human….

So… gue dapet kerjaan bulan september, masuk kerja december akhir, cuma tahan 1 bulan. Berapa banyak waktu gue yang terbuang buat kerjaan ini? 3 bulan tanpa kerjaan, karena gue menantikan kerjaan ini. Plus gue mesti bayar 2 juta buat biaya translate raport plus ijazah SMP dan SMA gue ke bahasa inggris (awalnya minta sama raport SD, tapi gue blh, gue udah diterima di local university, ngapain juga loe minta ijazah SD, SMP ama SMA gue? dulu aja mereka gak minta di translate, kok skrg loe minta? eh dia blg ‘ok ok, i give u discount, no need to translate the primary school one’…. what the…)

Yah, dalam idup.. terserah deh, mau dipandang gue gak berterima kasih dan seenaknya keluar dari kerjaan… terserah orang mau bilang apa, karena yang ngejalanin gue. Gue gak mau sampe kejadian di sekolahan gue itu, taon lalu ada satu guru yang sampe pingsan di sekolah karena kecapean… dan gue gak mau itu terjadi sama gue.

Orang bisa bilang “lemah banget sih loe ven? gitu aja give up…” yah, terserah aja…mulut mulut orang, toh yang liat betapa gue mencintai anak anak itu, betapa gue berusaha memberikan yang terbaik, tapi gak dapet support dari yayasan, sama aja kayak tetep berusaha jalan nembusin tembok

Terus… gue bisa apes, kenapa gue justru dikasih ke cabang yang paling terancur dari yayasan itu? gue kagak tahu deh kenapa… istilah gaulnya “kok sue banget ya gue? apes abiez” Tapi gue somehow bersyukur, gue ditunjukkin the worst scenario kalau gue kerja di yayasan itu. Terlebih lebih kalau gue udah tanda tangan kontrak.. I have nothing to say anymore.. dan orang orang yayasan itu udah gak peduli karena kita udah digenggaman mereka

Kayak apa yang dibilang kepala sekolahnya… “they are (guru gurunya) actually suffer in silent, tapi mereka gak bisa berbuat apa apa karena masih dalam kontrak kerja”

Is it worth it to sacrifice THAT much for THIS much?

Published in: on April 18, 2011 at 12:52 am  Leave a Comment  

Laughing at my stupidity… LOL

There is a story behind this post

My friend, just call her Ms E, was helping me to modify my resume to suit the job application that I was going to apply. I really really appreciate her help and it took me almost a week to modify it from too technical resume to make it look convincing enough for a sales and marketing position. It looks nice and to be honest, I love the new resume than my old one. Ms E even told me, that if I submit the old one, it will not caught the attention of the HR Manager

Thereafter that, last week on Friday, I sent the complete resume with the cover letter to Ms E. Later on, she submitted that to her boss. Right after that, on Monday I was being called for a group interview which happened on Tuesday.

Ms E told one of her friend that my resume was adapted from his resume, just call him Mr Y. Ms E and I talked to each other and saying how powerful is his resume that makes me being called to an interview. And I promise that if I am being accepted, I will treat him as a way of saying thank you. Ms E and I keep on praising how good is his resume, even I can be called to attend the interview

After the interview, I was invited for my second interview…. which is today. When I saw the resume hold by my interviewer, I was confused, how she could manage to get the old version of my resume. To tell you the truth, the old version was not up to the standard, lack of several information that I forgot to put it on (such as awards, achievements etc), it is a dull resume and lastly it is so unconvincing

Out of curiosity, I checked back the email I sent to Ms E on that day, and to my horror, it is indeed true that I have sent her the old version. How stupid I was !!! Because of the similarity in the naming (new one is “Resume of Margaretha Venny Susanto.doc” and the old one is “Resume of Margaretha Venny S 2001.doc”) I sent her the wrong version

Funnily, there is still this mystery, how a poor resume like that could make me being called for an interview. I believe there is a magic hand involve…HIS magic hand indeed

Though I don’t know the outcome of my second interview, I am still grateful for what has happening within these few weeks, from building my resume from the scratch (almost from the scratch I would say), making friend with new people, learn many things and I believe things happened for a reason

I may not know the reason now yet… but when the time has come, I would get the answer.

Thanking Ms E for helping me…. intinya, kalau jodoh juga gak akan kemana mana hehehe…

Published in: on April 15, 2011 at 6:07 pm  Leave a Comment  

Chaiya Chaiya Chaiya

Yes…

Chaiya chaiya chaiya….. (baca: jaiya jaiya)

Siapa sih yang gak tau lagu ini? bukan karena Sharukh Khannya yang bikin nge-trend, tapi gara gara Briptu Norman. Sama sih kayak Sinta-Jojo dengan Keong Racunnya, gue aja lupa penyanyi aslinya siapa..

Yang membedakan mas Briptu sama SinJo itu sih menurut gue yaaa

1. Dari segi suaranya ya, kalau suara aslinya si mas lebih bagus, walaupun pitch controlnya masih goyang (halah… Trie Utami banget) dibandingkan dengan SinJo yang suaranya (maap ya…) kurang komersil…

2. SinJo terkenal karena pemilihan lagunya yang lumayan ‘katro’ alias “manis manis kok mau nyanyi lagi begonoan?” sedangkan si mas karena gayanya yang “cool” gitu deh

3. SinJo keliatan lucu dengan gerakan tangannya, sedangkan si Mas keliatan genit dengan kedipan matanya (liat aja di video ke 2 nya bareng temennya : click here)

4. Kalau disuruh nyanyiin tanpa lipsync, keliatan kalau si Mas suaranya pun bisa menyamai penyanyi aslinya…. bahkan lagu ke dua yang Aku dan Dunia, menurut gue masih bagusan versi akustiknya si mas briptu, plus ada gaya ngerapnya lagi… Nih lagu aslinya click here

5. Buat cowo cowo, mungkin lebih demen SinJo, tapi buat cewe cewe mungkin lebih demen sama si mas Briptu hahaha

Tapi kualitas suara temen nya si mas briptu itu bagus juga tuh, tapi kok dia gak disorot ya? Apa karena chaiya chaiya duluan yang terkenal? Ditampilin donk temennya buat duet sama si mas

Jaman sekarang menjadi terkenal itu mudah, everybody can post their videos in youtube, everybody can become a “öne night” star with any producer, tapi yang jadi pertanyaan… how long it can survive dijagat per-lipsyng-an ini?

Kalau mas briptu udah bilang tetep mau jadi polisi (vote him as Menteri Telekomunikasi donk!!) sedangkan SinJo mungkin balik lagi ke bangku kuliah and ngelipsync di youtube? Reality is harsh…. cepet terkenal, cepet turun juga… Paling gampang memang untuk mendapatkan, tapi paling susah untuk dipertahankan

Sama seperti cinta… (ciaelah….)…. ini lanjut ke cerita seru laennya deh

Published in: on April 10, 2011 at 12:00 pm  Leave a Comment  

Moving house

Yeah

Finally… I have my first proper blog 🙂
Please bear with me for a while, since I need to know how to handle this wordpress thingy…

I have transferred some of my old posts in this blog in case you need some for your spare time :

But, reading the whole blogs of mine doesn’t mean you know me and my personality so well… take it with a pinch of salt and don’t forget to seek for clarification if you think whatever I write here is not true

Indeed, only a few friends of mine completely understand me…

Keep on digging and hopefully you will find the answer 🙂

Happy reading !

Published in: on April 8, 2011 at 3:37 pm  Comments (3)  

Berjibaku with A Dragon’s Roar

Berjibaku dengan raungan seekor naga di dalam hati, pikiran dan seluruh badan gue. Kayaknya bener bener ucapan yang paling pas dengan keadaan gue saat ini

Untuk menakuti musuh, mesti mengeluarkan nafasnya yang berapi. Tapi disaat yang sama, gue juga terluka dan mengalami third degree burn (hiperbola lah yang ini)

Kalau dibilang, untuk mengeluarkan api pun gue mesti mengerahkan seluruh kemampuan dan tenaga yang gue miliki. Serasa tulang juga remuk redam dibuatnya

Dalam 2 minggu yang intense dengan segala banyak persoalan, dalam 2 minggu ini juga gue serasa mendengar suara suara aneh ditelinga gue. Terkadang gue mendengar suara handphone gue berdering, padahal gak ada telpon sama sekali, terkadang gue mendengar ada orang manggil manggil nama gue, atau bahkan ada suara orang tertawa pas ditelinga gue. It makes me crazy sometimes… soalnya kadang gue jadi nanya sama orang disamping gue “Who is laughing just now? etc”

Am i sick? I don’t know for sure. Terkadang gue cuma pengen teriak, pengen ngamuk, dan pengen mukul. But becoz of my faith, gue bisa surpress semua perasaan itu. Tapi sampai kapan?

Saat ini cuma bisa bertahan, cuma bisa let the world knows that I can survive… I can go through this painful changes in my life… bisa melewati masa transisi yang merupakan misteri buat gue. Misteri karena gue gak tahu what would be the future look like… what will be the next step I will take…whether I need to cross a deep blue sea or it is just a pond of mud after rain

Keeps my two fingers crossed….

Published in: on September 11, 2008 at 1:04 am  Leave a Comment